Oleh: Alin Ifa
Kelihatan
keren kan street art-nya? Sebagian orang pasti akan berkomentar dengan excited-nya,
luar negeri punya! Memang, ya, segala yang berbau luar negeri pasti akan
dianggap keren oleh orang-orang kita. Mau itu seni lukis jalan seperti di
samping, ataupun produk-produk luar dari mulai baju, sepatu, hingga lagu.
Tulisan ini sama sekali tak akan disangkutpautkan dengan rasa nasionalisme kita
yang sudah mulai berkurang. Well, bisa kamu lihat dari judul, aku justru
bakal memperkenalkan satu wahana swafoto street-art yang tidak kalah
kece dengan gambar di atas.
Memang sudah banyak street-art yang
Indonesia punya, dipamerkan di dinding atau jalan-jalan. Tapi kali ini aku akan
mengulas satu lokasi street-art terbaru. Letaknya persis di kota
perbatasan Jakarta-Bogor. Ayo tebak kota apa? Ya, Depok! Kota Tari Topeng ini
punya satu lokasi street-art baru. Aksesnya mudah terjangkau oleh
kendaraan bermotor, umum—baik angkot, ojek konvensional/online, atau bahkan
bus—, mobil pribadi maupun jalan kaki.
Lokasi persisnya yaitu terletak di Jalan
Tondano, Depok Timur—arah depan, kalau kata orang-orang sana. Bagi kalian yang
dari Jakarta, Bogor, ataupun kota-kota lain, yang tertarik berswafoto ria di
sini, bisa berpatokan pada dua jalan utama Kota Depok, yaitu Jalan Margonda,
atau perbatasan antara Depok dan Bogor; lokasi Simpangan Depok. Patokan lebih
spesifiknya untuk menuju ke lokasi, tinggal tanya aja ke warga sekitar sana
Depok Timur Depan, atau Polsek Depok. Nah, lokasinya dekat banget dari dua
tempat itu.
Lokasi street-art di Jalan
Tondano ini dikembangkan oleh para pemuda di jalan itu sejak awal 2017. Para
pelukis berbakat di sana menuangkan ide mereka ke jalan komplek sekitar rumah,
dan mengundang warga untuk berswafoto. Menurut salah satu pemuda, ide mengkomersilkan
jalan yang awalnya polos ini muncul ketika banyak diantara mereka yang memiliki
hobi yang sama, lalu didukung oleh pejabat setempat. Maka, jadilah lokasi street-art
Tondano.
Omong-omong soal komersil, banyaknya
pengunjung yang datang setiap sore hari untuk berfoto membuktikan kalau kata
itu dianggap angin lalu oleh mereka. Dari mulai anak-anak kecil, remaja, hingga
rombongan ibu-ibu, tumpah ruah di jalan ini di hampir setiap sore. Tarif yang
dikenakan oleh para pemuda ini murah nan meriah banget. Untuk bisa berswafoto
sepuasnya, pengunjung hanya harus membayar parkir 2000 rupiah dan uang lukis
seikhlasnya. Bahkan menurut salah satu pemuda, ada yang tidak memberi uang
terakhir itu. Tapi katanya, tak apa, asal bisa melihat orang senang dan
menyalurkan hobi.
Untuk kamu yang terbiasa makan saat
berwisata, jangan khawatir bakal kelaparan (hihihi). Dimana-mana, keramaian
publik akan mengundang para tukang jajanan jalanan hadir. Begitupun di jalan
ini. Kalau hari lagi cerah-cerahnya plus sedang ramai-ramainya, akan ada banyak
tukang jajanan yang singgah di jalan ini, dari mulai cilok, batagor, bahkan
sampai ketoprak. Tapi itu bukan berarti kalau jalan ini lagi sepi, jadi kamu
tidak akan bisa makan apa-apa. Tidak begitu, kok. Persis di depan Jalan
Tondanonya sendiri ada toko sejuta jalan alias Alfamart. Jadi kamu tidak perlu
khawatir akan kelaparan atau kehausan waktu berkunjung ke mari. Tapi kalau
masih paranoid juga, tidak ada salahnya membawa bekal minum atau cemilan
sendiri (asal jangan nyampah wkwkwk...)
Terlihat seru, kan, berswafoto di sana? So,
tunggu apalagi, kawan? Tertarik mencoba lokasi swafoto street-art Tondano?
Mainlah ke Depok! Jangan lewatkan keseruan berswafoto di atas objek street-art
yang bermacam rupa, sekaligus menikmati jajanan jalanan di sini!







Depok bukan sekedar kota singgah 🙋
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMau main ahh
BalasHapusBagus sekali, jadi tertarik ingin kesana 😀
BalasHapusKeren tempatnya buat yg suka foto2 di tempat yg kekinian 😅
BalasHapusPerlu di support untuk anak-anak mudanya yang kreatif
BalasHapusKreatif sekali yahh orang-orang depok, jadi pengen kesana liat gambar aslinya dan sekalian foto-foto juga��
BalasHapus