Kata tinggal kata.
Semua menyerabut mengikuti kabut.
Semua menjadi sepi, meninggalkanku yang semaput.
Kupandang mereka, semuanya bak mayat hidup.
Datar, dingin, meninggalkanku tanpa kata.
Raut mereka mengelam, aku tak mengerti kenapa.
Tidak kah mereka menyadariku di sini?
Musnahkah sadar mereka akan diri?
Aku...tak tahu.
Kukira semua bakal bak negeri dongeng,
yang diisi putri raja, dan kisahnya yang bak dapat keberuntungan dewa.
Kukira hidup bakal bak negeri sang raja,
yang putri, sudah pasti jodoh dengan pengerannya.
Hahh, negeri dongeng..
kelihatannya indah.
Kelihatannya..
Tapi bahkan hidup tidak lah begitu.
Hidup bukan tempat pengabul permintaan.
Bukan.sama.sekali.
Dan pasti,
hidup bukanlah negeri dongeng.
Karna tak kan kau dihargai ketika bukan siapa-siapa...
atau...
tak miliki apa-apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar