Biarlah ku seperti tak tampak
bahkan lama kemudian, diam ini terasa semarak
dan suara menyerak, aku jadi semakin berminat tak bergerak.
Biarlah semua sepi menyergap
makin melarutkanku dalam hening yang tak pengap.
Justru sepi ini membuatku menegap
melebur bersama pikir diri yang tak melelap.
Lalu kau muncul, santai dihadap.
Santai, ya, tapi tak ada tatap.
Kupikir, aku memang tak nampak.
Tapi masa iya juga baginya?
Aku menatap.
Tegap, tetapi tergagap.
Kau tak menatap.
Tegap, tetapi tak tanggap.
HEI! Tatap aku!
Jangan tunjukan semua kesantaian itu!
Jangan buat sepi ini semakin sepi buatku!
HEI! Lihat aku!
Aku ada, bukan untuk dianggap tiada!
Aku ada, bukan untuk dianggap manusia tak guna!
Apa..sepi memang ditakdirkan buatku?
Apa..hening adalah sahabatku,
hingga kaupun begitu padaku?
Kumohon, tataplah aku..
setidaknya oleh dirimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar