Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

NEGERI DONGENG


Kata tinggal kata.
Semua menyerabut mengikuti kabut.
Semua menjadi sepi, meninggalkanku yang semaput.
Kupandang mereka, semuanya bak mayat hidup.

Datar, dingin, meninggalkanku tanpa kata.
Raut mereka mengelam, aku tak mengerti kenapa.
Tidak kah mereka menyadariku di sini?
Musnahkah sadar mereka akan diri?

Aku...tak tahu.

Kukira semua bakal bak negeri dongeng,
yang diisi putri raja, dan kisahnya yang bak dapat keberuntungan dewa.
Kukira hidup bakal bak negeri sang raja,
yang putri, sudah pasti jodoh dengan pengerannya.

Hahh, negeri dongeng..
kelihatannya indah.

Kelihatannya..

Tapi bahkan hidup tidak lah begitu.

Hidup bukan tempat pengabul permintaan.
Bukan.sama.sekali.

Dan pasti,
hidup bukanlah negeri dongeng.

Karna tak kan kau dihargai ketika bukan siapa-siapa...
atau...
tak miliki apa-apa.

Selasa, 01 November 2016

Tatap Aku


Biarlah ku seperti tak tampak
bahkan lama kemudian, diam ini terasa semarak
dan suara menyerak, aku jadi semakin berminat tak bergerak.

Biarlah semua sepi menyergap
makin melarutkanku dalam hening yang tak pengap.
Justru sepi ini membuatku menegap
melebur bersama pikir diri yang tak melelap.

Lalu kau muncul, santai dihadap.
Santai, ya, tapi tak ada tatap.

Kupikir, aku memang tak nampak.
Tapi masa iya juga baginya?

Aku menatap.
Tegap, tetapi tergagap.
Kau tak menatap.
Tegap, tetapi tak tanggap.

HEI! Tatap aku!
Jangan tunjukan semua kesantaian itu!
Jangan buat sepi ini semakin sepi buatku!

HEI! Lihat aku!
Aku ada, bukan untuk dianggap tiada!
Aku ada, bukan untuk dianggap manusia tak guna!

Apa..sepi memang ditakdirkan buatku?
Apa..hening adalah sahabatku,
hingga kaupun begitu padaku?

Kumohon, tataplah aku..
setidaknya oleh dirimu..

Jumat, 28 Oktober 2016

Coretan Sajak Pemula



Di bawah ini adalah beberapa penggal sajak sederhana yang saya tulis dalam kepala kosong. 
Silakan dinikmati :) 






Tik Tok

Tik. Sedetik.
Tok. Berkotok.
Tik. Tok. Tik. Tok. Tik. Deting tik terus mendenging.Tik. Yang terpaksa berkotok melumut.Tok. Taukah tik bukan hanya tuk tok?

Depok, 28 Oktober 2016




Telur

Telur. Putih kuning tercampur.
Telur. Lur. Lur. 
Di atas minyak dia mulur. 
Di atas piring dia hancur. 
Di dalam perut dia ngucur. 


Depok, 27 Oktober 2016




Kemanakah Kita?

Sebut, menyabut. Sadarkah kau aku terserabut?!
Sekata, mengata, berkata. Makna lain jua.
Berpuluh, beratus, beribu. Kemanakah kita?


Depok, 27 Oktober 2016



Terjaga

Menggelak legak, menegak tegap, tubuh rapuh nan pongah, tak kunjung terlelap. 
Semaput, mengendus kopi
Sedetik berlalu, semangatnya kembali

Depok, 25 Oktober 2016





Nirmakna

Kidung tersisih di pipir,
nirtangis terdengar dangkal menyangkal.
Gemerlap gulita menyeka suara sukma.
Gemerincing bandulan bertulis cinta itu tak bermakna.

Depok, 21 Oktober 2016