Kamis, 18 Januari 2018

HOLIDAY SESSION: FUN OR NAH?




That's a weird title, i know.. 

Actually about that, gue rasa kita harus masukan kembali hakikat kata sifat. Adjective word depends on perspective. Phhfft, yah... Hal satu itu yang akhir-akhir ini gue pegang. Segala yang berbau kata sifat dan bersangkutan dengan kata sifat, nggak akan selamanya punya pendapat tetap, karena balik lagi, tergantung sikap setiap orang- bakal mengeluarkan sifat yang bagaimana ketika berhadapan dengan satu kata tertentu. 

From my own perspective, i'd like to say, gue lebih condong menganggap holiday alias liburan alias break dari segala rutinitas harian kita adalah masa-masa yang menyenangkan. Kenapa? Bukan karena kita nggak melakukan apa-apa, tapi kita bebas jadi apa-apa dan melakukan apapun yang kita suka di holiday. 

Well, seperti yang kalian tau, anak sekolah sudah mumet sehari-hari dijejal tugas dan pelajaran. Belum lagi bimbel dan kewajiban yang menantinya di rumah. Waktu untuk diri sendiri pun terbatas disaat weekday. Semua itu membuat kita nggak bebas, gue rasa. Dan, begitu holiday datang, everyone release their mind, refresh their body and head. Yang terpikir begitu liburan datang adalah: REFRESHING. 

Mungkin gue pernah mengulas ini di satu tulisan sebelumnya yang bilang, refreshing nggak harus menghabiskan banyak uang, bisa dilakukan di sekitar rumah, atau bahkan dengan bantu-bantu keluarga di rumah. But, that's not what i want to say. 

Obviously, cara kita menghabiskan liburan bisa bermacam-macam. Ada yang benar-benar jalan ke tempat rekreasi, atau bahkan yang makan-tidur-makan-tidur juga ada. Balik lagi, tergantung orang menganggap apa yang mereka lakukan di liburan ini tuh menyenangkan apa enggak. Bisa jadi, orang yang liburannya rekreasi terus seakan tu duit nggak akan habis sampai tujuh turunan, malah sama sekali nggak merasa puas dan senang. Atau justru yang liburannya di rumah mondar-mandir kasur-dapur-teras lah yang punya liburan menyenangkan. Nggak ada batasan terhadap sebuah anggapan, demikian juga dengan ini. 

The point is, suit yourself. Tujuan berlibur itu buat merileks-kan pikiran. Nggak lebih. Kita berlibur bukan untuk mencapai target tertentu kayak yang kita lakukan pada saat weekdays. Nggak, bro, sist. Kita berlibur untuk mengistirahatkan jiwa dan raga biar kembali siap beraktivitas seperti biasa. Well, yea i mean...kan sama sekali nggak lucu kalau awal-awal liburan jalan-jalan kemana-mana atau terlalu banyak menikmati waktu dengan beraktivitas capek-capek, tapi di akhir liburan malah tifus. Uh...jangan sampai begitu yaa. 

Kemanapun dan bagaimanapun kita nikmati holiday, intinya cuma satu: tau batasan--batasan duit, batasan diri, dan batasan hati. Know your limit. That's the best way to safe yourself in every situation of life, ya know? 

Aaaannnddd, karena kiranya nggak ada yang perlu gue celotehin lagi di sini, jadi gue pamit undur diri wkwk. 

FYI, gue lagi nikmatin libur semesteran dengan pulang ke rumah ortu dan bantu-bantu mereka sebisa gue. I'm not really going anywhere, but that's fun because chillin with your family is everything. Jadi, sampai jumpa lagi besok di postingan gaje berikutnya. I'm gonna tell something to you about ldr story. 

Curious? Don't go anywhere! I'll be right bacckkkk, people! 



And nggak lupa...

"HAPPY HOLIDAYYY!!!" 



Stamp of love, 
Alin Ifa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar